Awal Tahun, Ini Kebiasaan Berkendara yang Perlu Diperbaiki

icon 5 January 2026
icon Admin

Berkendara sering kali dianggap sebagai rutinitas yang mudah karena terus dilakukan setiap hari. Padahal, tanpa disadari, gaya mengemudi yang Anda lakukan terus-menerus dapat membentuk kebiasaan baik maupun buruk, yang berdampak langsung pada keselamatan dan kondisi kendaraan.

Kebiasaan berkendara yang buruk kerap terbawa karena merasa sudah terbiasa atau menganggapnya hal sepele. Padahal, evaluasi sederhana terhadap cara mengemudi dapat membantu Anda menjadi pengendara yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

5 Kebiasaan Berkendara yang Perlu Diperbaiki

Setiap pengemudi memiliki pola mengemudi masing-masing yang terbentuk dari pengalaman dan situasi jalan. Sayangnya, tidak semua pola tersebut mendukung keselamatan berkendara, terutama jika dilakukan secara berulang tanpa kesadaran.

Dengan mengenali kebiasaan berkendara yang kurang tepat, Anda memiliki kesempatan untuk memperbaikinya. Perubahan kecil dalam cara mengemudi dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan dan efisiensi perjalanan.

  1. Mengemudi Terlalu Agresif

Mengemudi terlalu agresif ditandai dengan akselerasi mendadak, sering berpindah lajur, serta mengerem secara tiba-tiba. Kebiasaan ini biasanya muncul karena terburu-buru atau kurang sabar menghadapi kondisi lalu lintas.

Selain meningkatkan risiko kecelakaan, gaya mengemudi agresif juga mempercepat keausan komponen kendaraan. Mengemudi dengan ritme yang lebih tenang membantu menjaga kontrol kendaraan dan menciptakan perjalanan yang lebih aman.

  1. Memaksa Mengemudi saat Mengantuk

Mengantuk adalah kondisi yang sangat berbahaya ketika Anda berada di balik kemudi. Konsentrasi menurun, refleks lambat, dan kemampuan mengambil keputusan menjadi tidak optimal.

Memaksakan diri tetap mengemudi saat mengantuk sama halnya dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri. Mengambil waktu istirahat sejenak adalah langkah bijak untuk menjaga fokus dan mencegah resiko kecelakaan.

  1. Tidak Menjaga Jarak Aman

Banyak pengemudi terbiasa berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan, terutama saat lalu lintas padat. Kebiasaan ini sering dianggap wajar, padahal sangat berisiko.

Tidak menjaga jarak aman membuat waktu reaksi Anda semakin sempit ketika terjadi pengereman mendadak. Dengan memberi jarak yang cukup, Anda memiliki ruang untuk mengantisipasi situasi tak terduga di jalan.

  1. Bermain Handphone saat Mengemudi

Penggunaan handphone saat mengemudi, baik untuk membalas pesan, menerima panggilan, maupun melihat notifikasi, menjadi salah satu penyebab utama gangguan konsentrasi.

Dalam hitungan detik, perhatian yang teralihkan dapat berujung pada kecelakaan. Menyimpan handphone dan fokus penuh pada jalan adalah bentuk tanggung jawab Anda sebagai pengemudi.

  1. Kurang Fokus saat Mengemudi

Kurangnya fokus tidak selalu disebabkan oleh handphone. Pikiran yang terbagi, kelelahan, atau gangguan dari dalam kendaraan juga dapat menurunkan konsentrasi.

Mengemudi membutuhkan kewaspadaan penuh terhadap kondisi sekitar. Dengan menjaga fokus, Anda dapat membaca situasi jalan dengan lebih baik dan mengambil keputusan secara tepat.

Dampak Jika Kebiasaan Buruk Mengemudi Tidak Diperbaiki

Berikut beberapa dampak yang perlu Anda waspadai apabila kebiasaan buruk mengemudi tidak segera diperbaiki:

  • Meningkatnya Risiko Kecelakaan

Kurangnya fokus, jarak aman yang tidak terjaga, serta gangguan saat mengemudi dapat memicu kecelakaan yang berakibat serius.

  • Menurunnya Kondisi dan Performa Kendaraan

Gaya mengemudi agresif dan kurang terkontrol mempercepat keausan komponen kendaraan sehingga performa mobil menurun.

  • Meningkatnya Biaya Perawatan

Kerusakan yang seharusnya bisa dicegah sejak dini berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

  • Menurunnya Kenyamanan Berkendara

Kebiasaan buruk membuat perjalanan terasa lebih melelahkan dan penuh tekanan, baik bagi pengemudi maupun penumpang.

  • Membahayakan Pengguna Jalan Lain

Kesalahan kecil akibat kebiasaan mengemudi yang buruk dapat berdampak besar pada keselamatan orang lain di sekitar Anda.

Mengenali dan memperbaiki kebiasaan berkendara yang buruk adalah langkah penting untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan Anda. Evaluasi gaya mengemudi secara berkala membantu menjaga kendaraan tetap prima dan mengurangi risiko di jalan.

Jika Anda ingin memastikan kendaraan Anda selalu mendukung gaya berkendara yang aman dan nyaman, kunjungi https://www.suzukigunungsahari.co.id/ untuk mendapatkan informasi dan layanan terbaik sesuai kebutuhan Anda.